Langsung ke konten utama

High School Never Ends!

Bertemu kembali dengan teman-teman semasa SMK adalah anugerah. I love them.

Saat kami mengobrol, saya merasa masa sekolah tak pernah berakhir. High School Never Ends. Di luar sana kami bekerja, kami kuliah. Tapi saat berkumpul seperti ini, terasa sekali kami masih anak-anak kemarin.
Mereka teman-teman yang sama. Sifat yang sama. Gurauan yang sama.

Secara fisik kami berubah.

Habib Mursyidi yang dulu kurus dan jangkung, sekarang perutnya gendut.
Irfany yang dulu hitam, sekarang jadi lumayan bersih dan berkacamata.
Masrur yang kurus, sekarang jadi agak berisi.

Tubuh, perut dan muka berubah. Tapi didalamnya, kami masih anak Teknik Audio Video yang heboh dan unik dengan segala kekurangan kami.

Kami masih murid yang sama, dengan segala kejahilan kami. Dengan kegaduhan kami.

Bagi yang sudah bekerja, maka pergi bekerja itu sama dengan menjadi orang lain. Kami bertemu teman sekantor dan bersembunyi dibalik attitude ala pekerja.

Bagi kami yang kuliah, pergi ke kampus sama aja kayak pergi ke dunia lain. Dunia baru. Berisi manusia-manusia baru. Dosen, tugas, materi kuliah.

Gathering moment is time to be ourselves. Tak ada yang jaim, tak ada yang marah-marahan. Semua cerita diumbar jadi satu. Tentang guru-guru kami dulu, tentang hukuman yang kami terima, tentang kejadian konyol yang dialami oleh salah satu teman tapi tak pernah diketahui teman yang lain.

Semuanya dibeberkan saat berkumpul. Semuanya dicurahkan saat berkumpul. Tak ada rahasia.


Ah, orang-orang gila ini, walaupun kadang saya jengkel dibuatnya,
tapi entah akan jadi sehambar apa hidup saya tanpa mereka....

I miss you all, TAV ganks!


Momen yang dialami oleh hampir semua murid SMK Negeri 7 : Hansek (Ketahanan Sekolah) bersama TNI Kodam Diponegoro
Murid laki-laki harus dicukur 1,2,3 mm. Aktivitas cukur-mencukur seperti ini sudah sering dijumpai menjelang Hansek.Yang sedang mencukur itu namanya David Rizal, teman sekelas kami dari Demak yang fasih banget niruin gaya Ramon saat sakaw.





bersama-sama di KBT (Kemah Bakti Tahunan) Boyolali. KBT adalah salah satu tradisi sekolah kami. Saat kakak-kakak kelas tiga ujian Nasional, murid kelas 1 dan 2 pergi berkemah dan membaur di masyarakat.

Agenda wajib saat Ramadhan : Pesantren Kilat. Selama tiga hari berturut-turut kami mengikuti kuliah agama di aula. Murid yang sengaja absen dari acara ini harus menghadap kepala sekolah langsung.


One day, they visited my house. There they played monopoli and Ular Tangga (Snakes and Ladders), just like children. But hey, we are indeed still children, right?
Walau makan nasi bungkus, tapi yang penting rame! *waktu mereka main ke tempat saya, Ibu saya belum pulang kerja. Nggak ada yang masakin*

makan nggak makan asal kumpul.... *nyanyi lagunya Slank*

here we are, technical of Audio Video class 2010! We never feel that 4 years studying can be gone so fast....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hompimpa (Sebuah puisi dari Tengsoe Tjahjono)

Puisi Hompimpa karangan Tengsoe Tjahjono pertama kali saya ketahui saat kelas 1 SMP. Tepatnya saat classmeeting yang diadakan pasca ulangan umum. Sekolah saya SMP Negeri 6 Semarang mengadakan beberapa lomba. Yah, buat ngisi hari aja sih. Supaya murid-muridnya nggak nganggur gitu. Waktu itu Bu Tamsih (salah satu pengajar Bahasa Indonesia) mengadakan lomba deklamasi puisi Hom-Pim-Pa untuk anak-anak kelas tiga. Syaratnya : saat deklamasi puisi, satu kelas harus maju semua. Tidak boleh hanya satu orang yang maju deklamasi mewakili kelas mereka. Pokoknya, satu kelas maju bareng. Tampil di tengah-tengah lapangan. Ditonton oleh kelas satu dan kelas dua. Asik ya? Tampil rombongan, gitu. Jadi bisa dilihat kekompakan masing-masing kelas. Kalau satu orang salah, ya satu kelas bisa ancur. Pernah ada kelas yang tampil bagus banget di awal. Setelah memasuki bagian tengah-tengah, ada murid yang suaranya cempreng dan cengengesan (sungguh kombinasi yang absurd, hehe) yang tentu saja membuat semua penon...

i can't believe i have been three years here (part 2)

Chapter #2 : The Interview Maka dimulailah proses interview itu. Nina sms kalau di PT USG Pringapus banyak anak Stemba lain yang sedang interview seperti dirinya. Sementara saya? Interview bareng sama ibu-ibu dan anak jebolan kursus menjahit. Mereka melihat saya dengan tatapan ingin tau. Mungkin karena saya masih kecil? Atau kelihatan yang paling pede diantara mereka? Entah, mungkin alasan yang kedua. "Mbak'e mau ngelamar juga ya?" "Iya" "Dari tempat pelatihan mana?" "Oh enggak, saya dari sekolah kok. STM Pembangunan Semarang" "Disana ada jurusan menjahit?" Whoaaa... saya nggak ngelamar jadi operator jahitnya, Bu! On that first day, I was being interviewed with Dessy from recruitment. The interview in English. Yes, in English. It's easy. And then, she asked me to type a document in Microsoft Office. That's easy. After that, I was sent to another-cute-HRD-staff named Rizky. I call him cute because he is still...

i can't believe i have been three years here (part 4 - End)

Chapter #4 : The Planning World  Ah, akhirnya diterusin juga ceritanya. Pada waktu postingan ini pertama dibuat, saya genap tiga tahun kerja di PT USG, hence the title. Kemudian saya lanjutkan ceritanya, lalu sempat vakum, lalu posting lagi cerita lanjutannya, dan vakum lagi cukup lamaaaaaaa di chapter tiga. Ketika chapter empat ini saya susun, saya sudah bekerja di perusahaan ini selama uhmm... delapan puluh sembilan bulan. Sudah menjelang sewindu. Masih ingat kan, hitungan matematika sewindu itu berapa tahun? Gara-gara cerita ini juga, banyak sekali email-email yang masuk ke Gmail dari para calon pelamar kerja yang nanya-nanya soal PT USG kepada saya. Umumnya mereka ini para lulusan baru alias fresh graduate yang lagi nyari kerja, terus mereka lihat lowongan di PT USG sebagai PPMC. Karena nggak paham apa itu PPMC, mereka akhirnya buka Google, terus ngetik keyword "PPMC." Hasil penelusuran mereka salah satunya mengarah ke postingan ini Rata-rata dari mereka adala...