Langsung ke konten utama

Tolong, tissue-ku habis!

hampir tiap orang di kantor punya stock tissue masing-masing. Nah, saya juga nggak mau ketinggalan.
saya juga pengen punya tissue.

alasannya? the simplest reason is: I'm a foodholic. Yep, survei membuktikan laci saya yg paling penuh berisi makanan (ranking 2 setelah mbak Reni, hebat kan? hehehe). Tiap kali makan, tangan jadi kotor. Otomatis, sebagai orang yg sadar kebersihan, Devi selalu membersihkan tangannya. Walopun jarak toilet deket dari ruangan, rasanya gak enak dong ya, kalo bolak-balik ke toilet  (emang saya petugas checking toilet apa?)
sooo,, finally I decided to buy tissue. Jadilah, tissue dengan bungkus Doraemon warna biru itu saya beli.
in case you wanna know, harganya IDR 2.800,  atau USD2,8 kalo kamu kebetulan orang Amrik,

okay, seiring berjalannya waktu, tissue itu sekarang habis. Tepatnya, habis untuk mengelap tanganku yg kotor habis ngemil stik, atau roti coklat. Tissue itu habis. Habis bis.

sekali lagi ah, Habis.

parahnya, sekarang saya pilek. Iya, pilek yang beneran pilek. Hidung mampet, badan agak2 panas, dan dari dalam hidung keluar cairan bernama ingus. Huffftt.. sebeeelll.. Aku musti ngelap hidung pake apa nih? Sempet mikir mo pake swatches alias kain2 (kan Devi kerja di pabrik garment!), tapi gak jadi. Ntar ketahuan leader-ku, salah2 tanganku bisa dijahit. Huehuehue

siapa yang salah coba? Pilek-nya yg datang telat (keburu stock tissue habis), atau laci saya yg stock makanannya-nya gila-gilaan (sampe bingung mau makan yg mana), atau tissue saya yang salah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hompimpa (Sebuah puisi dari Tengsoe Tjahjono)

Puisi Hompimpa karangan Tengsoe Tjahjono pertama kali saya ketahui saat kelas 1 SMP. Tepatnya saat classmeeting yang diadakan pasca ulangan umum. Sekolah saya SMP Negeri 6 Semarang mengadakan beberapa lomba. Yah, buat ngisi hari aja sih. Supaya murid-muridnya nggak nganggur gitu. Waktu itu Bu Tamsih (salah satu pengajar Bahasa Indonesia) mengadakan lomba deklamasi puisi Hom-Pim-Pa untuk anak-anak kelas tiga. Syaratnya : saat deklamasi puisi, satu kelas harus maju semua. Tidak boleh hanya satu orang yang maju deklamasi mewakili kelas mereka. Pokoknya, satu kelas maju bareng. Tampil di tengah-tengah lapangan. Ditonton oleh kelas satu dan kelas dua. Asik ya? Tampil rombongan, gitu. Jadi bisa dilihat kekompakan masing-masing kelas. Kalau satu orang salah, ya satu kelas bisa ancur. Pernah ada kelas yang tampil bagus banget di awal. Setelah memasuki bagian tengah-tengah, ada murid yang suaranya cempreng dan cengengesan (sungguh kombinasi yang absurd, hehe) yang tentu saja membuat semua penon...

i can't believe i have been three years here (part 2)

Chapter #2 : The Interview Maka dimulailah proses interview itu. Nina sms kalau di PT USG Pringapus banyak anak Stemba lain yang sedang interview seperti dirinya. Sementara saya? Interview bareng sama ibu-ibu dan anak jebolan kursus menjahit. Mereka melihat saya dengan tatapan ingin tau. Mungkin karena saya masih kecil? Atau kelihatan yang paling pede diantara mereka? Entah, mungkin alasan yang kedua. "Mbak'e mau ngelamar juga ya?" "Iya" "Dari tempat pelatihan mana?" "Oh enggak, saya dari sekolah kok. STM Pembangunan Semarang" "Disana ada jurusan menjahit?" Whoaaa... saya nggak ngelamar jadi operator jahitnya, Bu! On that first day, I was being interviewed with Dessy from recruitment. The interview in English. Yes, in English. It's easy. And then, she asked me to type a document in Microsoft Office. That's easy. After that, I was sent to another-cute-HRD-staff named Rizky. I call him cute because he is still...

i can't believe i have been three years here (part 4 - End)

Chapter #4 : The Planning World  Ah, akhirnya diterusin juga ceritanya. Pada waktu postingan ini pertama dibuat, saya genap tiga tahun kerja di PT USG, hence the title. Kemudian saya lanjutkan ceritanya, lalu sempat vakum, lalu posting lagi cerita lanjutannya, dan vakum lagi cukup lamaaaaaaa di chapter tiga. Ketika chapter empat ini saya susun, saya sudah bekerja di perusahaan ini selama uhmm... delapan puluh sembilan bulan. Sudah menjelang sewindu. Masih ingat kan, hitungan matematika sewindu itu berapa tahun? Gara-gara cerita ini juga, banyak sekali email-email yang masuk ke Gmail dari para calon pelamar kerja yang nanya-nanya soal PT USG kepada saya. Umumnya mereka ini para lulusan baru alias fresh graduate yang lagi nyari kerja, terus mereka lihat lowongan di PT USG sebagai PPMC. Karena nggak paham apa itu PPMC, mereka akhirnya buka Google, terus ngetik keyword "PPMC." Hasil penelusuran mereka salah satunya mengarah ke postingan ini Rata-rata dari mereka adala...