Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label inspiration

Our Parents are right : "Mending makan dulu deh"

Kalimat pertama yang selalu diucapkan Ibu saya setiap kali saya pulang adalah : "Sudah makan?" Yang unik, bahkan walaupun saya menjawab "Sampun, Bu" (bahasa Jawa, artinya = sudah, Bu) ibu saya tetap akan menyuruh saya makan. "Tapi kan saya masih kenyang, Bu" jawab saya. Habisnya kalau udah malam pengennya langsung tidur. "Ya makan lagi lah" kata Ibu, tetep keukeuh. Tak peduli apa jawaban saya, Ibu akan tetap menyuruh saya untuk makan. Lagi. Saya sering pergi dengan teman, biasanya sih nonton film. Lalu makan di Bee's atau KFC. Tapi tetep saja,  setiap kali sampai rumah, Ibu saya akan bertanya "sudah makan? Makan dulu sana" Atau kalau saya pulang dari kegiatan (dan biasanya udah dapat jatah makan siang berupa nasi kardus), setibanya dirumah pasti ditanya lagi "Sudah makan? Makan dulu sana" Beda kesempatan, tapi satu pertanyaan. Lain Ibu, lain lagi kata bapak. Saat saya pulang dan kebetulan yang standby di ruang tamu adala...

50 Reasons Why I Prefer to be Jomblo

Nama saya Devi Oktaviasari, dan saya masih single. Orang mengatakan saya jomblo. Istilah lainnya : fakir asmara. Tsaaaahh.... Konon besok 14 Februari 2014 dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang. It's Valentine's Day. Hah! Harus banget ya, tanggal kayak gitu dirayakan? For me, dalam satu tahun itu tanggal yang paling istimewa ya cuma pas ulang tahun. Kok bisa? Iya dong. Itu kan titik balik kita saat pertama kali muncul di dunia. Negara kita kebetulan dihuni oleh banyak manusia yang merayakan Hari Kasih Sayang. That's why, tanggal 14 Februari kadang jadi hari yang empet buat orang-orang yang jomblo. Padahal apa sih salahnya dengan menjadi jomblo? Karena dianggap kurang bahagia? Well, sekarang saya mau nanya : Apakah punya pacar bikin seseorang bahagia? Belum tentu. Bukan cuma satu atau dua orang saja yang pacaran hampir 7 tahun, tapi setelah itu putus. Hubungan mereka kandas. Selesai. Breach of contract. Saya udah 5 tahun jadi jomblo, dan saya bahagia. Yep, I am s...

It's (not) just a language

Saya sering dilontari pertanyaan ini : "Bagaimana caranya biar bisa pinter bahasa Inggris?" Biasanya saya akan bertanya balik : "Pinter bahasa Inggris yang bagaimana nih? Pinter dalam pelajaran dan selalu dapat nilai tertinggi dalam bahasa Inggris, atau pintar dalam lancar ngomong Bahasa Inggris?" Kalau mau pinter dalam pelajaran (grammar, vocabularies), ya harus banyak latian mengerjakan soal. Kalau mau pintar dalam bicara (speaking) bahasa Inggris, ya harus banyak latihan bicara biar lidahnya luwes. Beberapa ada yang berkata : "Saya sebenernya mudeng maksud perkataan mereka, tapi nggak bisa caranya menyusun kalimat dan menimpali omongan mereka" Sama seperti jawaban diatas, lidah harus dilatih dulu supaya luwes. Sering-sering mengucapkan kata bahasa Inggris, walaupun cuma di depan kaca dan bicara kepada diri sendiri. Otak harus dibiasakan dengan kosakata-kosakata asing ini. Minimal 1 hari ada 3 kosakata baru yang kita pelajari, ada 1 kalimat yang kita sus...

Devi Mensurvei ..... (bagian 2)

Melihat banyaknya respon positif ( tsaaahh... ) terhadap survei iseng-iseng beberapa waktu lalu, yang saya lempar di Facebook tentang posisi tempat duduk, maka saya kembali membuka survei lagi. Kali ini tentang...... makan. I love to eat. Damn, I love eating any edible meals you can mention! Ya, saya adalah omnivora sejati. Sesuatu hal yang nggak mau repot-repot saya tutupin. Dan saat makan (terutama saat mencoba menu baru), saya terbiasa menyisihkan bagian utama untuk dimakan terakhir. Makan nasi goreng seafood, misalnya. Saya akan makan irisan ketimunnya dulu, lalu kol, lalu krupuknya, potongan-potongan udang dan cumi saya pinggirkan dulu. Setelah krupuk, saya baru makan nasinya. Setelah nasinya habis, cumi dan udangnya dimakan  Lalu setelah itu saya akan makan sendok dan piringnya. Oh, bukan. Bukan. Hanya bercanda. Saya nggak se-brutal itu kok. Setidaknya, nggak didepan orang banyak. Gyahahaha... Ehem. Oke, lupakan kalimat sebelumnya. Kita lanjutkan acara kita. S...

Dimana Kebahagiaan itu?

Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikat.                                              Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, "Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang paling penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih" Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya? Malaikat pertama mengusulkan, "Letakan dipuncak gunung yang tinggi". Tetap...

Fly, Eagle! Fly!

Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah menetas, anak elang itu hidup bersama anak ayam lainnya. Anak elang itu tumbuh bersama anak-anak ayam, bermain bersama, makan bersama, dan berperilaku persis seperti anak ayam, karena ia mengira dirinya memang seekor anak ayam. Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “Wow, luar biasa! Siapakah itu?”, katanya penuh kekaguman. “Itulah elang, sang Raja dari segala burung!” sahut ayam sekitarnya. “Kalau saja kita bisa terbang ya? Luar biasa!” Para ayam menjawab, “Ah, jangan mimpi? Dia makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam?”  Demikianlah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai seekor ayam. Nasib sepenuhnya ada di tangan kita. Langkah pertama untuk memulai perubahan adalah menyadari bahwa perubahan itu ada di tangan kita sendiri. Dalam agama dikatakan, “Tuhan tidak akan mengu...

The Beauty and The Bankir

Well hello bloggers .... Devi Okta's here. Mau tau hari ini saya nemu apa? Surat! Dan dari surat ini saya belajar tentang Beauty and Money. Ini adalah surat dari cewek (yang ngakunya sih cantik) yang ingin mendapatkan pria kaya. Surat ini dimuat di suatu majalah terkenal di New York. Bagaikan gayung bersambut, surat si cewek ini ditanggapi oleh seorang pria kaya dengan serius. Pemikiran si pria ini bagus banget. Jangan lupa lihat nama pria yang membalas suratnya. Mau lihat? Check this out. ++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++ dear Mr Right, Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan di sini. Tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion. Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun. Anda mungkin berpikir saya matrealistis, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah...

Permen

Waktu mengetik posting hari ini, saya baru sadar kayaknya setting waktu di blog saya masih nunjukin time setting Amerika deh. Postingan sebelumnya saya publish hari Jumat tanggal 18 Oktober, tapi yang muncul di headingnya masih tanggal 17 Oktober. Okelah, nanti saya akan cari tau bagaimana men-setting tanggal kita. Sekarang cerita dulu. Siapin permen biar sesuai sama judulnya. Once upon a day, there was two bestfriends. Namanya? Ehm… sebut aja Jack dan Jill, biar simpel. Mereka sedang berjalan dan akhirnya tiba di tempat yang penuh permen. Iya, permen. It’s a Land of Candies. Ada permen lolipop, permen coklat, permen mint, permen kunyah, pokoknya banyak deh. *kenapa lidahku jadi kelamutan ya?* Jack dan Jill jadi girang melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka dia pun sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Jack berjalan cepat dan mengumpulkan sangat banyak permen lolipop ke dalam tas. Lagi dan lagi dan lagi. Dan sepertinya permen-permen tersebu...

Secangkir Coklat Panas

Saya nulis postingan ini pada jam 15.38, di meja kantor (pakai komputer kantor, pastinya) dimana seharusnya saya nulis sample request. Habis mau gimana? Rasa haus untuk nulis di blog lebih menggebu-gebu daripada rasa ingin mengisi kertas form sample request :P Ehem. Ini keliru. I know. Jadi jangan tiru kegiatan biadab ini. Okey? Apa judulnya tadi? Oh iya, Secangkir Coklat Panas. Wah, baru bayangin aja udah kepengen banget. Ceritanya begini : Beberapa alumni sebuah universitas yang sudah mapan dalam karir mereka, bertemu di sebuah reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor universitas mereka. Si Profesor ini udah pensiun. Mereka membicarakan banyak hal, mulai dari pekerjaan, keluarga, kejadian sehari-hari, dan ..... lama-lama pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka. Si Profesor permisi pergi ke dapur. Saat kembali, dia membawa satu teko coklat panas dan beberapa macam cangkir. *satu teko coklat panas? wow.. aku mau! aku ma...

Kisah Si Cangkir Teh

kisah ini Devi coba terjemahkan dari "The Tea Cup",  Ashutosh Prajapati - http://mylifemantras.blogspot.com. Coba baca ya. Bagus deh! ^_^ Ada sepasang suami istri yang pergi ke London untuk berbelanja. Mereka senang mengoleksi benda-benda klasik dan tembikar, terutama cangkir teh. Suatu hari ketika mengunjungi sebuah toko, mereka melihat cangkir teh yang sangat bagus. "Boleh kami lihat cangkir tehnya? Kami belum pernah melihat ada cangkir teh secantik itu" Saat pemilik toko mengulurkan cangkir itu, tiba-tiba si cangkir teh berkata: "Tidak, kau tidak mengerti" katanya. "Aku dulunya bukan cangkir teh seperti ini. Dulu aku ini berwarna merah dan hanya berupa sebongkah tanah liat. Lalu tuanku memungutku dan menggulung-gulung lalu menepuk-nepuk lagi dan lagi sampai aku berteriak "Berhenti! Kumohon hentikan" Tapi tuanku hanya tersenyum dan berkata "Nanti dulu" "Setelah itu aku ditaruh di roda berputar" kata si cangkir teh. ...

A Morning when I think about "ATHEIS"

Kamu tahu apa artinya atheis? Atheis artinya 'tak ber-Tuhan' atau tidak memiliki Tuhan. Sekarang kata 'Atheis' juga diartikan "Tidak percaya keberadaan Tuhan". Atheisme berarti paham yang percaya Tuhan itu tidak ada. Bagi kamu yang beriman dan percaya Tuhan itu ada, saya ucapkan selamat. Congratulation ^^ Tapi tetaplah waspada dengan orang-orang yang mencoba mempengaruhi kamu jadi Atheis. Seperti percakapan-percakapan sederhana ini , yang pernah saya baca dari file lama kantor. Suatu hari terjadi percakapan antara tukang cukur dan pelanggannya. Sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuh an. Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu?" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan itu u ntuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, adakah yang sakit? adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun  kesu...