ini cerpen yang pernah saya baca di Suara Merdeka, edisi hampir 10 tahun lalu. Bahkan waktu itu korannya tak lengkap. Maklum, namanya saja koran nemu. Waktu tetangga bersih-bersih, beberapa koran ada yang dibuang. Dasarnya suka baca, maka begitu ada koran yang terbuang, saya langsung memungut dan menemukan cerpen ini. Yang saya ingat sampai sekarang tentang cerpen ini adalah bagian akhirnya, yaitu ketika anak-anak desa kehilangan kaki, tangan dan kepala setelah Sang Bidadari lenyap. Saya pikir, wah seram sekali. Seperti santet. Waktu itu masih kelas 6 SD, sehingga saya belum tau istilah cerpen surealis. Taunya serem aja. Beberapa waktu lalu saya gooling (yes, i must thank Google for providing so many useful website) dan mencari-cari cerpen ini. Ternyata, ada blogger lain yang juga 'menyalin' Cerpen ini dan memajang di blog-nya. Kamu juga mau tau isi cerpennya? Simak dan baca yang berikut ini. SUATU HARI PERNAH ADA BIDADARI DATANG KE KOTA KAMI Sebuah Cerpen karya Ik...
Ini adalah blog Devi Oktavia, yang kadang menyamar dengan topeng remaja, dan ini sebagai diary galaunya. Kadang bertindak seperti reporter, dan ini adalah korannya. Kadang berlagak seperti pencerita, dan ini adalah panggung kecilnya. Kadang menjadi dirinya sendiri, dan inilah coretan keluh kesahnya. Selamat datang dan selamat membaca.