Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label once upon a time

Pekerja Salon

Jika saya diberi kesempatan untuk mencoba me-reset kehidupan saya, mungkin pekerjaan yang saya tekuni adalah menjadi tukang salon.    Saya ingin sekali mahir memangkas rambut orang dengan menyesuaikan bentuk muka, kemudian mewarnai rambut dengan shade ala jajanan arum manis sampai warna perak, meluruskan atau mengeriting rambut, membentuk alis, memasang bulu mata tambahan, dan melakukan perawatan muka maupun merias wajah untuk acara tertentu. Di mata saya, ini pekerjaan yang seru untuk dijalani. Saya membayangkan pekerjaan mereka yang setiap hari bertemu macam-macam manusia dengan karakter yang unik. Setiap orang akan duduk manis, lalu sambil 'dipermak' mereka akan menyampaikan cerita hidup mereka, keluh kesah mereka, potret kehidupan yang mereka jalani, sampai segelintir kasak-kusuk yang belum tentu diketahui banyak orang. Misalnyq, seorang klien yang kerja di kelurahan mungkin akan membeberkan cerita perselingkuhan antara kepala administrasi dengan pegawai catering langganan...

Apa yang saya lakukan di tanggal 31 Maret 2014

Hari Senin, 31 Maret 2014 Bertepatan dengan libur Nyepi. Artinya, saya nggak masuk kerja. Oh, yess. Ah, akhirnya ada kesempatan untuk istirahat di pertengahan minggu. Walaupun ada sisi negatif-nya juga sih, yaitu : pengeluaran yang membengkak. Apalagi bagi orang-orang yang gajiannya di tanggal 28. Habis gajian, eh ada libur double di hari Minggu-Senin. Pas banget kan? Pas untuk liburan dan ngabisin duit, terutama. Dompet tebal, hati senang, tapi di akhir bulan harus ikhlas makan nasi pindang tiap hari. Anyway, entah kenapa saya jadi pengen nulis kegiatan saya di hari libur itu. As people may correctly guessed, libur Nyepi itu saya habiskan bersama ..... diri sendiri. Yep, a time for myself. It's Me-and-Myself time. Just me. Alone. (ngenes banget ye? sebodo. Yang penting kan masih bisa nikmatin anugerah hidup dari-Nya) Jadi, inilah jurnal kegiatan saya saat libur tanggal 31 Maret. Saya nggak menyarankan kalian untuk baca lho. Bukannya saya pesimis atau apa-apa sih....

Sayonara, Edy Haryanta

Pagi ini Edy Haryanta meninggal dunia. Tanggal 5 Desember 2013, pukul lima pagi. Ada satu ruang di benak saya yang remuk. Satu orang yang saya kasihi pergi. Satu orang lagi telah kembali ke hadapan Illahi Robbi. Edy, sahabat semasa SD, si tukang nyontek, pencinta Jamrud, kadang bicara mesum, dan selalu jadi pelawak kalau saya bete. Edy, dengan komentar konyol dan lelucon spontannya selalu membuat saya rindu kembali ke masa SD. Edy, yang selalu nyontek dan menyalin tugas dari buku LKS saya. Edy yang setiap pagi setia menagih Pe-er saya untuk disalin. Edy yang selalu minta saya tuliskan identitasnya di buku. "Tulisanmu bagus, Dev" katanya. Duluu sekali. Edy, teman yang selama hampir 6 tahun tak pernah bisa saya hubungi. Kami berpisah dan lost contact sejak masuk SMP. Edy, yang pernah bersekolah di SMK Negeri 4 Semarang, jurusan Teknik Gambar Bangunan, tapi tak sampai lulus. Dia keluar saat kelas dua. Edy lalu melanjutkan ke SMK Tarcisius, dimana dia bertemu gadi...

High School Never Ends!

Bertemu kembali dengan teman-teman semasa SMK adalah anugerah. I love them. Saat kami mengobrol, saya merasa masa sekolah tak pernah berakhir. High School Never Ends. Di luar sana kami bekerja, kami kuliah. Tapi saat berkumpul seperti ini, terasa sekali kami masih anak-anak kemarin. Mereka teman-teman yang sama. Sifat yang sama. Gurauan yang sama. Secara fisik kami berubah. Habib Mursyidi yang dulu kurus dan jangkung, sekarang perutnya gendut. Irfany yang dulu hitam, sekarang jadi lumayan bersih dan berkacamata. Masrur yang kurus, sekarang jadi agak berisi. Tubuh, perut dan muka berubah. Tapi didalamnya, kami masih anak Teknik Audio Video yang heboh dan unik dengan segala kekurangan kami. Kami masih murid yang sama, dengan segala kejahilan kami. Dengan kegaduhan kami. Bagi yang sudah bekerja, maka pergi bekerja itu sama dengan menjadi orang lain. Kami bertemu teman sekantor dan bersembunyi dibalik attitude ala pekerja. Bagi kami yang kuliah, pergi ke kampus sama aja...

Ramadan euy!

Halo my blog, Devi kembali lagi nih! Apa kabar? *ngusap-usap monitor* Maaf ya aku menelantarkan kamu, soalnya... wah banyak deh alasannya. Mulai dari kerjaan yang lagi banyak-banyaknya (lagi banjir Advertisement sample nih, jadi harus banyak-banyak follow up ke sample room), lalu memerangi kejahatan di malam hari (hayah!), dan terutama karena sebulan ini saya tergoda pada social media bernama Twitter. Tapi tenang, my Blog. Hentikan tangis dan rengekamu, sebab sekarang saya sudah kembali! *musik The Final Countdown* Saya ngerasa bersalah saat posting ini di blog. Secara ya, ini tuh udah bulan apa, eh malah yang diposting tentang bulan Ramadan yang udah berlalu. Nggak apa-apa sih. Lagian kalo mau jujur, sebenarnya tulisan ini sudah saya cicil dan komposisikan pada bulan Juli, saat sedang berpuasa (weh, alibi) Baiklah, i think we better back to the title rather than questioning 'where have you been so far?' or mentioning that 'you are late. Very late to post' Let...