Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label my article

Pendapat Saya Tentang Film Materialists (2025)

Saya nonton Materialists di bioskop Transmart Setiabudi pada Sabtu siang 23 Agustus 2025.   Dan menurut saya ini film paling personal yang pernah saya tonton tahun ini.    Saya coba ceritakan kenapa, sambil menghindari spoiler soal isi filmnya.   Film ini terasa personal dan sangat menohok. Sangat erat dengan keadaaan saya : perempuan, umur 30an, masih lajang, dan masih membayangkan bahwa kelak sepertinya saya pun akan mati dalam kondisi jomblo. (Yeah, I know some of you are smirking right now. Nggak apa-apa. Saya pun juga sepanjang film nyengir. Anjrit, ini film sengaja dibuat untuk saya atau gimana, nih).   Dakota Johnson dalam penampilannya yang chic berperan sebagai Lucy, seorang matchmaker alias mak comblang, tapi klien-kliennya dari kalangan orang mampu. Jadi bukan biro jodoh seperti yang ada di majalah atau aplikasi berisi orang dari setiap kalangan. Ini biro jodoh yang membership bulanannya aja udah ribuan dollar. Dan Lucy juga bukan mak comblang baru. ...

Ulasan Film : Weapons (2025)

Baik, langsung saja. Ini catatan saya tentang film Weapons, film horor yang saya tonton di hari Sabtu 9 Agustus 2025 di Paragon XXI Semarang, tepatnya di studio 1 yang sudah pakai Dolby Atmoss. Film horor yang tadinya sudah pakai scoring khas buat nakut-nakutin penonton jadi semakin maksimal efeknya. Kalau mau tambah mantap, kalian kudu nonton di IMAX, sih.   - Film ini buatan New Line Cinema, yang juga memproduksi The Conjuring dan The Nun. Sutradaranya Zach Cregger, yang juga bikin Barbarian tahun 2022. Denger-denger sih bagus. Saya nggak nemu film Barbarian ini di Prime atau Catchplay. Kayaknya ada di koleksi Netflix.  - Ngomong-ngomong soal The Conjuring, installment ini akan dilanjut dan film terbarunya 'The Last Rite' akan tayang September 2025. Saya nggak mungkin absen. Harus nonton.  Dan untuk menyambut film The Conjuring : The Last Rite, pihak bioskop memutar ulang film-film The Conjuring sebelumnya: mulai dari misteri rumah keluarga Perron, Enfield Poltergeist s...

Catatan Tentang Film Ballerina (from the world of John Wick) - 2025

Saya nonton film Ballerina tanggal 7 Juni 2025, maraton dengan film Gowok. Ballerina adalah salah satu film yang saya tunggu kemunculannya di bioskop tahun 2025, yang diangkat dari salah satu karakter pendukung di film John Wick 3 : Para bellum.  Ini menarik, karena ballerina sebetulnya adalah tokoh tanpa nama yang hanya muncul sekelebat di film John Wick, yaitu ketika John Wick (atau Jardani Jovonovich) menemui pimpinan organisasi Ruska Roma.  Di atas panggung, kalau kamu ingat adegan ini, ada seorang ballerina (yang nama panggilannya Rooney) sedang melakukan pirouette berulang-ulang sampai jatuh, kemudian bangkit lagi, pirouette lagi, jatuh lagi, sampai kakinya berdarah-darah (saya nggak tau lagu apa yang dimainkan di adegan ini, tapi kayaknya bukan Dance of the Sugarplum Fairy dari Tchaikovsky - kalo ini sih, saya familiar banget ). Kemudian John Wick dan pimpinan Ruska Roma menaiki tangga ke ruangan lain, dan sempat berpapasan dengan murid-murid lain di akademi ballet in...

Ulasan Film Gowok : Kamasutra Jawa (2025)

Ketika tulisan ini saya unggah di blog, film Gowok sudah tidak tayang lagi di bioskop.  Film karya Hanung Bramantyo ini bertahan 28 hari di bioskop kota Semarang. Rating film-nya 21+ jadi ekspektasi saya filmnya akan mengekspos sensualitas, karena arti kata ' gowok ' adalah ehem, perempuan dewasa yang akan mengajarkan laki-laki bagaimana cara memuaskan pasangan mereka. Dan yang saya tonton adalah versi uncut. Hmm, hmm. A grown up woman giving (literally) sex education to young man. Yeah, bring it on, baby. Itu ekspektasi awal saya, ketika saya nonton film ini pada hari Sabtu, 7 Juni 2025 di Paragon Mall.   Dan saya keliru.   Gowok dibuka dengan adegan berdarah-darah, ketika seorang perempuan membawa parang dengan penuh amarah menyerang laki-laki yang kemudian kita tahu adalah suaminya sendiri. Tidak cukup di situ, perempuan itu juga membantai perempuan lain yang beberapa menit lalu tampak di layar sedang bercinta dengan suaminya. Oh ini drama pelakor yah , batin saya...

Ulasan film : The Phoenician Scheme (2025)

  Wes Anderson, at last! Akhirnya saya kesampaian nonton film karya Wes Anderson di bioskop Indonesia! Now I can scratch that off my bucket list. Haha! Kenapa saya bersemangat? Karena sepengetahuan saya belum pernah ada satu pun film Wes Anderson yang ditayangkan di bioskop Indonesia, sejak Rushmore sampai Asteroid City. Saya tidak berlangganan platform streaming, jadi tidak tahu apakah film-film Wes Anderson ada di Netflix, HBO, atau Disney. Kalau pun ada, saya juga belum pernah nonton karena bagi saya film dari sutradara auteur seperti itu harus ditonton di layar besar, bukan layar ponsel atau gawai lain. Tapi meski belum pernah menonton karya filmnya, saya toh membaca beberapa artikel di internet dan cuitan tentang gaya khas Wes Anderson di film-film buatannya, yaitu : Pengaturan komponen visual (aktor, benda-benda, latar belakang) secara simetris. Nuansa warna palet. Ekspresi katakter filmnya yang nyaris tanpa senyum dan dialog yang kaku, tapi masih terasa kocak. Pada hari Sabt...

Ulasan Film : Bring Her Back (2025)

  Halo, kembali lagi di segmen Deview  alias Devi memberi review (iya, memang singkatan yang kurang catchy, makanya saya jarang pakai). Hari Jumat 6 Juni 2025 saya nonton film Bring Her Back. Bring Her Back adalah film horor tentang dua orang kakak-beradik (mereka saudara tiri) yang setelah ayah mereka meninggal kemudian mereka diadopsi oleh seorang konselor yang agak eksentrik namun ternyata menyimpan rahasia mencurigakan setelah ditinggal mati anaknya. Satu kata dalam Bahasa Inggris untuk mewakili film Bring Her Back :  disturbing.  Filmnya mengusik rasa nyaman, mulut saya beberapa kali menganga melihat kengerian yang ditampilkan di layar. Film ini diproduksi oleh A24, yang sebelumnya memproduksi film horror pujaan so-called sinefil  Twitter : Hereditary dan Midsommar. Jika di film Hereditary penonton menjadi saksi Toni Collette sebagai ibu yang jiwanya terguncang, dan di film Midsommar ada Florence Pugh yang mentalnya tidak stabil, sekarang di Bring Her Back ...

Sebuah Saran Tentang Memilih Posisi Tempat Duduk di Bioskop

Ketika menonton film di bioskop, saya hampir selalu duduk di baris tengah : baris F, G, atau H. Untuk nomer kursi, saya lebih sering pilih yang dekat lajur jalan  (aisle)  supaya gampang aksesnya. Pengecualian kalau saya nonton film di teater IMAX, atau di teater berkapasitas besar, atau kebetulan sedang nonton film 3D, maka saya akan pilih nomer kursi di tengah. Rata-rata kursi di teater adalah nomer 1-22. Saya akan pilih kursi nomer 11 atau 12. Itu kalau saya. :))) Beberapa tahun lalu saya baca cuitan di akun Twitter Yohan Arie ( username : [at] aerorun ) tentang posisi ideal ketika menonton film di bioskop, terutama jika kita ingin menguji kualitas gambar. Mas Yohan menulis cuitan itu dari Insta-stories Arief Retno Pribadi, seorang sinematografer atau Director of Photography yang cukup ternama di industri perfilman Indonesia (akun Instagram: ariefdop). Berikut ini saya simpulkan isi dari postingan tersebut : 1. Jika menonton film Hollywood , pilihlah deretan tempat duduk se...

Ulasan Film : GRAN TURISMO Based on A True Story (2023)

Saya nonton film Gran Turismo pada bulan Agustus 2023, di bioskop Tentrem XXI. Iya judulnya filmnya memang kayak gitu : GRAN TURISMO Based on A True Story. Berikut ini ulasan pribadi saya, yang saya salin dari notepad : - Filmnya kecee parahh. Salah satu adegan kompetisi balap mobil paling seru yang pernah ditonton. Saking serunya sampai penonton tepuk tangan waktu mobil Jaan menang. Alur ceritanya solid, runut dan nggak keteteran.  Mungkin beberapa adegan kerasa agak membuang durasi, ya. Cerita soal ceweknya Jaan, misalnya. Tapi yah, menurut pendapat pribadi sih, enggak masalah. Seneng banget sama Orlando Bloom yang comeback di layar lebar. Munculnya cameo Kazunori Yamauchi, si tokoh asli pembuat game Gran Turismo juga pas. Takjub banget melihat bagaimana permainan balap mobil Gran Turismo ini dibuat sedetail mungkin. Setiap inci bagian mobil balap (sampai ke spare part dalemmya pun) diperiksa, diteliti, dan ditiru, sehingga sensasi mainnya beneran mirip kayak lagi berada di sirku...

[Ulasan Film] : Bad Genius - 2017

Bad Genius adalah sebuah film thriller heist drama buatan sineas Thailand, Nattawut Poonpiriya, yang sempat ditayangkan di Cinemaxx JavaMall Semarang pada 23-30 Agustus 2017. Sebuah film yang mengulas tentang salah satu praktik paling kuno dalam dunia pendidikan : sontek-menyontek, dan mungkin saja film ini masih ditayangkan hingga awal September kalau saja film Warkop DKI Reborn part 2 dari Falcon Pictures tidak ditayangkan pada 31 Agustus dan mencuri banyak slot teater di bioskop-bioskop. Mari kita mulai ulasan kali ini dengan fakta bahwa saya belum pernah sama sekali nonton film Thailand di bioskop. Tidak seperti Bayu, kakak kelas saya, yang lumayan paham soal sinema Thailand (dan sempat memuja Nattasha Nauljam), referensi film saya masih didominasi Hollywood dan film lokal. Beberapa film Thailand yang pernah saya tonton di TV kabel kebanyakan genre-nya horor, sebutlah Shutter, Coming Soon, 4Bia, Ghost Mother, Alone , sampai The Eye . Yang komedi, misalnya Suckseed atau I Fin...

Man Machina

Tutup dan Majunya sebuah pabrik garment tidak hanya berpengaruh pada karyawannya. Hari Selasa lalu kepala departemen saya mengirim pesan surel yang berisi potongan artikel dari Bloomberg dan Time . Yang satu membahas tentang berubahnya peta pekerjaan di wilayah Asia karena dominasi mesin dan robot, sementara artikel satunya lagi tentang fenomena mall-mall perbelanjaan di Amerika yang tutup di tahun 2017. Ada lagi artikel lain, dilansir dari South Cina Morning Post yang juga bicara tentang penggunaan mesin otomatis, sampai artikel dari Sourcing Journal yang lagi-lagi masih soal robot untuk menyokong produktivitas. Para manajer di tempat kerja saya memang secara teratur membagikan artikel (online atau cetak) tentang kondisi bisnis garment maupun sekedar motivasi ringan. Pada artikel berjudul "The Asian Jobs Ladder is Broken" dari Bloomberg tertulis bahwa penggerak industri pabrik, utamanya di Tiongkok sedang gencar mengganti tenaga pekerja dengan mesin. Di industri tekstil, ...

[Ulasan Film:] In This Corner of The World (Kono Sekai no Katasumi ni) - 2017

Sepanjang hidup saya, baru dua kali saya nonton film animasi dua dimensi di bioskop. Yang pertama sewaktu menyaksikan Tonari No Totoro (1988) produksi Studio Ghibli, arahan filmaker kenamaan Hayao Miyazaki. Waktu itu film Tonari No Totoro ini diputar eksklusif selama 7 hari di Paragon XXI dalam rangka Festival The World of Ghibli Jakarta. Yang kedua kalinya adalah film Kono Sekai no Katasumi ni atau In This Corner of The World, film yang dirilis tahun 2016 di Jepang dan kebetulan ditayangkan di beberapa bioskop Indonesia mulai tanggal 14 Juni 2017. Film kedua yang saya sebut ini akhirnya saya tonton di Cinemaxx Javamall Semarang, dan penontonnya mungkin cuma 15an orang. Tidak mengherankan sebenarnya, mengingat animo masyarakat terhadap film anime negeri Sakura yang tak sebegitu besar dibanding film berbudget jor-joran buatan Hollywood.Terlebih, film animasi ini tayang bersisian dengan raksasa DCEU ( WonderWoman ) dan blockbuster dari Tom Cruise ( The Mummy ). Ini juga bukanlah ya...

A to Z Hot Boys 2016

Halo! Selamat datang di blog Devi In Disguise, edisi Hot Boys 2016. Posting yang kamu baca ini adalah edisi yang ke-3, setelah sebelumnya di tahun 2014 dan 2015 saya udah bikin chart yang sama soal cowok-cowok ganteng yang menyejukkan mata ini. Kalau kamu belum baca daftar sebelumnya, kamu bisa buka  di sini (2014) dan  di sini (2015) Proses penyusunan list tahun ini agak rumit. Mengapa? Karena susah sekali mencari seleb cowok yang namanya diawali huruf X, U, V, W, Y, dan Z. Saya harus bolak-balik cari referensi dari Us Weekly, GQ, website Kapanlagi sampai majalah bola dan website modelling. Akhir-akhir ini semakin susah cari cowok ganteng ya. Seperti edisi sebelumnya, biasanya satu huruf ada yang dobel alias ada 2 cowok (yang sama-sama keren) dengan huruf depan nama yang sama. Susah banget nyari siapa diantara mereka yang paling ganteng, makanya saya kasih embel-embel "Honorable Mention" biar terasa lebih adil. Baiklah, tanpa perlu prolog lagi, berikut ini daftar A ...