Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label report

Pekerja Salon

Jika saya diberi kesempatan untuk mencoba me-reset kehidupan saya, mungkin pekerjaan yang saya tekuni adalah menjadi tukang salon.    Saya ingin sekali mahir memangkas rambut orang dengan menyesuaikan bentuk muka, kemudian mewarnai rambut dengan shade ala jajanan arum manis sampai warna perak, meluruskan atau mengeriting rambut, membentuk alis, memasang bulu mata tambahan, dan melakukan perawatan muka maupun merias wajah untuk acara tertentu. Di mata saya, ini pekerjaan yang seru untuk dijalani. Saya membayangkan pekerjaan mereka yang setiap hari bertemu macam-macam manusia dengan karakter yang unik. Setiap orang akan duduk manis, lalu sambil 'dipermak' mereka akan menyampaikan cerita hidup mereka, keluh kesah mereka, potret kehidupan yang mereka jalani, sampai segelintir kasak-kusuk yang belum tentu diketahui banyak orang. Misalnyq, seorang klien yang kerja di kelurahan mungkin akan membeberkan cerita perselingkuhan antara kepala administrasi dengan pegawai catering langganan...

TULIS MENULIS (part 2)

Berikut ini laporan Talkshow Menulis yang disadur dari buku catatan Devi In Disguise tanggal 13 November. Pelatihan Menulis Kampus Fiksi Spesial Semarang Pelaksanaan : Minggu, 13 November 2016 pukul 09.00 - 16.00 Lokasi : Gedung Wanita Semarang HTM : tidak ada HTM, tinggal datang dan duduk manis, dapat makan siang gratis Selain diskusi bersama Moammar Emka, pada tahun 2016 saya juga mengikuti pelatihan menulis bersama DivaPress, salah satu penerbit major di Indonesia yang berpusat di Jogjakarta. Acara seharusnya dimulai jam 09.00 tapi aktualnya baru dibuka jam 09.40 ~ forty minutes late than the schedule. Entah kapan manusia-manusia Indonesia belajar menghargai ketepatan waktu dan bebas dari Jam Karet. Aula Gedung Wanita dipenuhi oleh 200 peserta. Saya duduk di deretan tengah, baris kelima, di belakang cowok bermuka Arab yang ganteng. Hidungnya mancung, rambutnya bergelombang, tubuhnya tinggi. He's perfect, he has everything, except my number. Hahahaha Acara Kampus F...

TULIS MENULIS (Part 1)

Pada postingan kali ini, Devi Okta menyamar menjadi calon penulis dan mendaftarkan diri sebagai peserta diskusi kegiatan tulis-menulis. Salah satu kebaikan yang didapat dari tahun 2016 adalah diadakannya acara mini-talkshow dan diskusi buku bersama figur literasi Indonesia. Yang pertama adalah acara booksigning dan mini talkshow bersama Mommar Emka dan satu lagi acara Kampus Fiksi spesial Semarang bersama Penerbit DivaPress. Kedua kegiatan ini terselenggara bersamaan dengan diadakannya acara Pameran Buku di Gedung Wanita Semarang. Apa saja yang didapat ketika mengikuti dua acara mini-workshop ini? Berikut laporan yang disadur dari buku catatan si penyamar sendiri : Mini Talkshow dan Diskusi Buku Pelaksanaan : Minggu, 10 April 2016 pukul 12.00 Lokasi : Gedung Wanita Semarang Pembicara : Moammar Emka, penulis buku Jakarta Undercover dan Meistika Senichaksana (Mezty Mez), pengarang novel Hei Luka HTM  : tidak ada karcis, alias gratis!  Moammar Emka bukanlah orang baru di...

Inilah hasil dari Devi Okta's Mini Survey : Cinemaniac!

Beberapa waktu lalu mendekati akhir bulan Juli 2016 saya coba-coba bikin survey di website Survey Monkey. Saya tau tentang website ini gara-gara pernah ikutan survey yang diadakan oleh Henry Manampiring (@newsplatter), dimana beliau sering menggunakan aplikasi ini. Ternyata gampang banget bikin survey di website ini. Mana gratis pula. Berhubung saya suka film, maka pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan di survey perdana kali ini tentu nggak jauh-jauh dari soal nonton film. Misalnya tentang kebiasaan nonton ke bioskop, genre film apa yang banyak disuka, sampai latar belakang kenapa mereka menonton sebuah film. Survey ini saya posting ke Facebook tanggal 23 Juli dan saya sebarkan ke temen-temen biar mereka ikut ngisi. Namanya juga survey pertama alias masih trial, pertanyaan juga nggak banyak. Cuma sampai 14 nomer aja. "Terus kamu bikin survey kayak gini tujuannya buat apaan, sih?" tanya seseorang. Oke, yang jelas survey ini bukan untuk tujuan yang serius. Misalnya untuk...

[event report] #Nusantarap tour edisi Semarang

Bahwa Pandji Pragiwaksono adalah seorang presenter, kita sudah tau. Bahwa Pandji juga seorang standup comedian yang sudah membuat tour keliling Indonesia dan Mesake Bangsaku World Tour, kita juga tau. Bahwa Pandji sering diajak berdebat soal peristiwa sosial dan politic awareness, kita juga sudah tau. Tapi malam itu, masyarakat menyaksikan hal lain yang juga bisa dilakukan oleh bapak dua anak ini : bahwa Pandji Pragiwaksono adalah seorang rapper. Dan bukan hanya seorang rapper biasa. Dia rapper sekaligus provokator. Tercatat sudah ada 4 album yang dihasilkan Pandji, dan lagu-lagunya sedikit sekali yang berkisah tentang cinta tapi lebih banyak membicarakan Indonesia. Lirik lagunya memiliki nafas yang sama : bahwa masyarakat harus selalu melek dan aktif menjadi watchdog pemerintah. Harus memantau dan mengawasi. Harus selalu mengkritisi kebijakan mereka. Harus tanggap pada keputusan. Harus berani memberikan suara, karena bagaimanapun juga para wakil rakyat bisa duduk di kursi pe...