Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label random

Nrimo ing fandom

Nama saya Devi Okta, dan saya tidak punya fanatisme terhadap musik atau lagu tertentu. Perkara musik, saya ini moderat. Kriteria lagu kesukaan saya itu ada dua : musiknya enak di telinga saya dan liriknya pas di hati saya. Wis, ngono tok. Jadi saya tidak punya pantangan atau alergi dengan musik apapun. Mungkin karena inilah saya bisa mudah membaur dengan topik pembicaraan soal musik. Minimal saya paham siapa-siapa pelakunya atau setidaknya tahu satu judul lagunya. Kalau di warung Pak Muk dan Bu Is (warung makan di depan pabrik saya bekerja) kebetulan ada yang karaoke, saya dengan mudah nimbrung karena tau lagu yang dinyanyikan. Bagi saya, fanatisme terhadap musik itu hanya menyempitkan pikiran dari hal-hal baru, karena musik itu produk budaya yang terus mengalir dan terus tercipta. Orang yang tidak suka lagu campursari Jawa sama sekali, dia tidak bisa menikmati syahdunya Lingsir Wengi dan Ketaman Asmara. Orang yang tidak suka musik pop The Beatles, pasti tidak bisa paham betapa nelangs...

Ulasan Film : How To Make Millions Before Grandma Dies (2024)

Sore itu saya agak terlambat masuk studio 1 Transmart Setiabudi XXI untuk menonton film berbahasa Thailand ini pada hari Sabtu sore, 18 Mei. Judul filmnya Lahn Mah atau dalam versi Bahasa Inggris "How To Make Millions Before Grandma Dies." Ketika saya akhirnya duduk di seat K9, adegan di layar mempertontonkan sebuah keluarga sedang berkumpul di atas makam sambil membawa beberapa uborampe : dupa, kelopak bunga, jeruk, dan sesajen lain. Ini namanya Qing Ming atau tomb-sweeping festival. Keluarga datang ke makam leluhur mereka untuk bersih-bersih makam, karena makam yang terpelihara dengan baik akan membawa rejeki dan kemakmuran bagi keluarga yang masih hidup. Setelah sebuah insiden di pemakaman, keluarga akhirnya tau bahwa nenek mereka mengidap kanker dan divonis hidupnya hanya akan bertahan setahun. Pada sepertiga durasi film, Lahn Mah terasa bagai film slice-of-life kebanyakan.  Fragmen keseharian keluarga keturunan Tionghoa di Thailand tanpa polesan drama yang berlebih. Didu...

Ulasan Film : GRAN TURISMO Based on A True Story (2023)

Saya nonton film Gran Turismo pada bulan Agustus 2023, di bioskop Tentrem XXI. Iya judulnya filmnya memang kayak gitu : GRAN TURISMO Based on A True Story. Berikut ini ulasan pribadi saya, yang saya salin dari notepad : - Filmnya kecee parahh. Salah satu adegan kompetisi balap mobil paling seru yang pernah ditonton. Saking serunya sampai penonton tepuk tangan waktu mobil Jaan menang. Alur ceritanya solid, runut dan nggak keteteran.  Mungkin beberapa adegan kerasa agak membuang durasi, ya. Cerita soal ceweknya Jaan, misalnya. Tapi yah, menurut pendapat pribadi sih, enggak masalah. Seneng banget sama Orlando Bloom yang comeback di layar lebar. Munculnya cameo Kazunori Yamauchi, si tokoh asli pembuat game Gran Turismo juga pas. Takjub banget melihat bagaimana permainan balap mobil Gran Turismo ini dibuat sedetail mungkin. Setiap inci bagian mobil balap (sampai ke spare part dalemmya pun) diperiksa, diteliti, dan ditiru, sehingga sensasi mainnya beneran mirip kayak lagi berada di sirku...

Mimpi hari Kamis malam tanggal 07 Desember 2017

Saya pernah baca novel The Story Girl karangan LM Montgomery (terjemahan Bahasa Indonesia : Si Gadis Pendongeng), yang mana disebutkan bahwa makan ketimun di malam hari bisa membuat seseorang memimpikan hal yang fantastis. Percaya nggak percaya sih, lagipula tidak ada penjelasan ilmiahnya. Tapi setiap kali saya mimpi aneh, saya lalu mencoba mengingat apakah malam sebelumnya saya makan sesuatu yang mengandung ketimun : entah itu nasi goreng, gado-gado, atau ayam penyet dengan lalapan timun. Pada hari Kamis malam (atau malam Jumat) tanggal 7 Desember saya kebetulan makan tahu gimbal dan di dalamnya ada seiris timun. Malamnya pas tidur, saya mengalami mimpi yang mungkin akan menginspirasi Aa Gatot Brajamusti bikin sekuel Azrax. Apakah ini mimpi yang muncul gara-gara makan ketimun di malam hari? Nggak tau ya. Mumpung saya masih ingat, saya mau nulis mimpi itu di sini. Tumben-tumbenan nih, saya sharing mimpi di blog. Nggak apa-apa lah ya? Itung-itung biar blog ini nggak terlalu sepi postin...

[Ulasan Film] : Bad Genius - 2017

Bad Genius adalah sebuah film thriller heist drama buatan sineas Thailand, Nattawut Poonpiriya, yang sempat ditayangkan di Cinemaxx JavaMall Semarang pada 23-30 Agustus 2017. Sebuah film yang mengulas tentang salah satu praktik paling kuno dalam dunia pendidikan : sontek-menyontek, dan mungkin saja film ini masih ditayangkan hingga awal September kalau saja film Warkop DKI Reborn part 2 dari Falcon Pictures tidak ditayangkan pada 31 Agustus dan mencuri banyak slot teater di bioskop-bioskop. Mari kita mulai ulasan kali ini dengan fakta bahwa saya belum pernah sama sekali nonton film Thailand di bioskop. Tidak seperti Bayu, kakak kelas saya, yang lumayan paham soal sinema Thailand (dan sempat memuja Nattasha Nauljam), referensi film saya masih didominasi Hollywood dan film lokal. Beberapa film Thailand yang pernah saya tonton di TV kabel kebanyakan genre-nya horor, sebutlah Shutter, Coming Soon, 4Bia, Ghost Mother, Alone , sampai The Eye . Yang komedi, misalnya Suckseed atau I Fin...

[Ulasan Film] The Napping Princess - 2017

Satu lagi film buatan animator negeri Sakura yang menyambangi Indonesia. Pada bulan Agustus lalu Cinemaxx menayangkan film The Napping Princess , atau yang memiliki judul asli Hirune Hime: Shiranai Watashi no Monogatari (judulnya panjang amat yee... Saya nyerah deh, kalo disuruh nulis pakai hiragana). Secara bahasa, judul tadi bisa diterjemahkan menjadi Napping Princess: The Story of the Unknown Me . Sesuai judulnya, film yang berdurasi hampir dua jam ini menceritakan tentang anak perempuan yang gampang sekali tidur. Dalam bahasa Jawa, orang seperti ini disebut borok -- tibo langsung ngorok . Si anak perempuan bernama Kokone Morikawa ini sering banget jatuh tertidur, lalu bermimpi. Nah, mimpi inilah yang membawanya pada petualangan seru dan aksi kejar-kejaran untuk menyelamatkan nasib ayahnya yang ditangkap polisi, sekaligus mengetahui siapa sebenarnya jati diri Kokone. Waktu filmnya mulai (yang nonton cuma 10 orang aja, huhuhu) di bagian awal muncul logo Signal.MD selaku pembuat fi...

GANTI KULIT

Bukan, ini bukan posting tentang siklus hidup ular. Kalau mau cari tau soal ular yang berganti kulit, silakan buka website National Geographic. Yang dimaksud ganti kulit di sini adalah tampilan blog yang baru saja diupdate lagi pada 07 Juni 2017. Ini pertama kalinya ganti skin untuk blog semenjak... ah, entahlah, lima tahun yang lalu mungkin. Jika diurutkan ke sejarahnya, blog ini pertama kali didirikan pada 15 Januari 2011. Dan sekarang kita sudah bersama-sama memasuki pertengahan Juni 2017. Jadi secara kasar, kita bisa menghitung bahwa total saya sudah memegang username dan password Blogger ini selama... 6.5 tahun. Lama juga ya... udah lebih dari setengah dekade. Dan jumlah postingan saya bahkan nggak ada 200. Memalukan. Dan sampai saat postingan terakhir bulan Maret dirilis, saya masih mempertahankan layout yang lama. Hingga kemudian bulan Juni saya ubah tampilannya. Kalau dulu warnanya ijo ngejreng, lengkap dengan foto alay berpose di Candi Borobudur, sekarang tampilan blognya leb...

A to Z Hot Boys 2016

Halo! Selamat datang di blog Devi In Disguise, edisi Hot Boys 2016. Posting yang kamu baca ini adalah edisi yang ke-3, setelah sebelumnya di tahun 2014 dan 2015 saya udah bikin chart yang sama soal cowok-cowok ganteng yang menyejukkan mata ini. Kalau kamu belum baca daftar sebelumnya, kamu bisa buka  di sini (2014) dan  di sini (2015) Proses penyusunan list tahun ini agak rumit. Mengapa? Karena susah sekali mencari seleb cowok yang namanya diawali huruf X, U, V, W, Y, dan Z. Saya harus bolak-balik cari referensi dari Us Weekly, GQ, website Kapanlagi sampai majalah bola dan website modelling. Akhir-akhir ini semakin susah cari cowok ganteng ya. Seperti edisi sebelumnya, biasanya satu huruf ada yang dobel alias ada 2 cowok (yang sama-sama keren) dengan huruf depan nama yang sama. Susah banget nyari siapa diantara mereka yang paling ganteng, makanya saya kasih embel-embel "Honorable Mention" biar terasa lebih adil. Baiklah, tanpa perlu prolog lagi, berikut ini daftar A ...

TULIS MENULIS (part 2)

Berikut ini laporan Talkshow Menulis yang disadur dari buku catatan Devi In Disguise tanggal 13 November. Pelatihan Menulis Kampus Fiksi Spesial Semarang Pelaksanaan : Minggu, 13 November 2016 pukul 09.00 - 16.00 Lokasi : Gedung Wanita Semarang HTM : tidak ada HTM, tinggal datang dan duduk manis, dapat makan siang gratis Selain diskusi bersama Moammar Emka, pada tahun 2016 saya juga mengikuti pelatihan menulis bersama DivaPress, salah satu penerbit major di Indonesia yang berpusat di Jogjakarta. Acara seharusnya dimulai jam 09.00 tapi aktualnya baru dibuka jam 09.40 ~ forty minutes late than the schedule. Entah kapan manusia-manusia Indonesia belajar menghargai ketepatan waktu dan bebas dari Jam Karet. Aula Gedung Wanita dipenuhi oleh 200 peserta. Saya duduk di deretan tengah, baris kelima, di belakang cowok bermuka Arab yang ganteng. Hidungnya mancung, rambutnya bergelombang, tubuhnya tinggi. He's perfect, he has everything, except my number. Hahahaha Acara Kampus F...

TULIS MENULIS (Part 1)

Pada postingan kali ini, Devi Okta menyamar menjadi calon penulis dan mendaftarkan diri sebagai peserta diskusi kegiatan tulis-menulis. Salah satu kebaikan yang didapat dari tahun 2016 adalah diadakannya acara mini-talkshow dan diskusi buku bersama figur literasi Indonesia. Yang pertama adalah acara booksigning dan mini talkshow bersama Mommar Emka dan satu lagi acara Kampus Fiksi spesial Semarang bersama Penerbit DivaPress. Kedua kegiatan ini terselenggara bersamaan dengan diadakannya acara Pameran Buku di Gedung Wanita Semarang. Apa saja yang didapat ketika mengikuti dua acara mini-workshop ini? Berikut laporan yang disadur dari buku catatan si penyamar sendiri : Mini Talkshow dan Diskusi Buku Pelaksanaan : Minggu, 10 April 2016 pukul 12.00 Lokasi : Gedung Wanita Semarang Pembicara : Moammar Emka, penulis buku Jakarta Undercover dan Meistika Senichaksana (Mezty Mez), pengarang novel Hei Luka HTM  : tidak ada karcis, alias gratis!  Moammar Emka bukanlah orang baru di...