bulan ini, sebelas tahun yang lalu Kami bertemu saat kelas dua SMP. Kelas 2 A. Masing-masing dari kami tak pernah kenal satu sama lain sejak kelas satu. Siapa dia, siapa saya. Entah. Di kelas dua, kami hanya berkenalan singkat. "Yunita" katanya. "Devi" saya menyambut tangannya. Maka selesailah. Pada tiga bulan berikutnya, saya melihatnya sebagai anak yang tak banyak bicara. Sedikit kikuk. Canggung. Tidak sering merespon pertanyaan yang diajukan guru, walaupun saya yakin dia punya jawaban di kepalanya. Orang tak akan percaya kalau saya bilang bahwa anak yang pemalu di kelas ini adalah sahabat saya sekarang. Ya, benar. Sa-Ha-Bat. Kontras, memang. Saya yang hobi ngoceh seperti prenjak habis dikasih jangkrik, sementara Yunita yang lebih banyak diam dan hanya bicara kalau memang benar-benar ada pikiran yang ingin dikeluarkan dari otaknya. But that's true. She is my bestfriend, and I learnt a lot from her. Mungkin ucapan terimakasih harus diucapkan untuk Harry Potter...
Ini adalah blog Devi Oktavia, yang kadang menyamar dengan topeng remaja, dan ini sebagai diary galaunya. Kadang bertindak seperti reporter, dan ini adalah korannya. Kadang berlagak seperti pencerita, dan ini adalah panggung kecilnya. Kadang menjadi dirinya sendiri, dan inilah coretan keluh kesahnya. Selamat datang dan selamat membaca.