Langsung ke konten utama

KOKOLOGY Lagi

Pada postingan sebelumnya saya udah pernah sharing tentang permainan Kokology (f you haven't opened it, I may suggest you to try. It's a fun way to knwo your own personality)
Nah ini ada kuis Kokology lagi, tapi versi Cinderella. Saya dapat ini di sebuah situs saat browsing. Singkat banget, cuma satu pertanyaan.

Mau tau? Nah, silakan coba jawab. Seperti biasa ya, Jangan Lihat Jawabannya Dulu.
Lihatnya nanti kalau kamu sudah menentukan pilihan.

"Kita sudah sering mendengar cerita tentang Cinderella. Cewek yatim piatu, punya ibu tiri, dijahati terus-menerus, lalu dia bertemu Ibu Peri yang mengubahnya menjadi putri cantik yang pergi ke pesta dansa tempat dia bertemu pangeran. Pukul 12 malam lonceng berdentang, Cinderella lari dan salah satu sepatunya lepas. Pangeran mencari ke seluruh negeri siapa gerangan gadis pemilik sepatu kaca ini. Pangeran pada akhrnya berhasil menemukan Cinderella dan menikahinya.
Selesai. Happy ending.
Nah, dari semua adegan dalam dongeng Cinderella yang dapat kamu ingat, bagian mana yang paling berkesan dalam pikiranmu?"

   1. Cinderella menderita diperlakukan jahat oleh Ibu tiri
   2. Cinderella diubah menjadi putri yang cantik oleh Ibu peri
   3. Cinderella ketinggalan sebelah sepatunya di tangga istana ketika jam 12 malam
   4. Adegan dimana akhirnya sang pangeran menemukannya dan memakaikan sepatu kaca di kaki Cinderella

Pilih satu adegan yang paling berkesan dari lima adegan diatas.

Sudah dipilih? Good. Now let's see the result ........... tet tereeeettt tett...

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.


   1. Cinderella menderita diperlakukan jahat oleh Ibu tiri
       ===> menggambarkan bahwa dibalik rasa kasihan, ada rasa kebanggaan dan kesombongan. Terkadang kamu suka merasa lebih dari orang lain, dan merasa orang-orang lain tak sebanding dengan kamu. Hmmm..

   2. Cinderella diubah menjadi putri yang cantik oleh Ibu peri
      ===> kalau kamu pilih nomer 2, kamu seringkali berada dalam sebuah angan-angan. Kamu sering merasa semua masalah pasti akan dapat diselesaikan dan terbantu. Kamu sering dibutakan oleh pertanyaan mudah dalam hidup dan kurang perhatian terhadap perencanaan.

   3. Cinderella ketinggalan sebelah sepatunya di tangga istana ketika jam 12 malam
      ===> menggambarkan kalau kamu sering merasa bergantung pada orang lain, kamu merasa akan ada orang lain yang membantu kamu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sering kamu lupakan.

   4. Adegan dimana akhirnya sang pangeran menemukannya dan memakaikan sepatu kaca di kaki Cinderella
      ===> Nomor 4 memiliki makna, anda mudah puas dengan hal yang sederhana, normal, dan rata-rata.


That's all for today. Have a nice evening, pals!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

i can't believe i have been three years here (part 3)

Chapter #3 : The Days of Receptionist Berangkat dari rumah habis subuh. Bangunin Oom Apri buat nganterin ke Terminal. Naik bis Semarang-Solo. Turun di pasar Karangjati. Itulah pagi pertama dan hari pertama sebagai karyawan. Ulangi lagi ah, sebagai Kar-Ya-Wan . Bukan anak sekolah (walaupun belum resmi diwisuda sih) Seperti apa rasanya masuk kerja pertama kali? Hmm.. kamu ingat waktu pertama kali masuk SMP, atau SMK? Ingat hari pertamamu di sekolah baru? Kurang lebih seperti itu. Kamu ketemu sama temen-temen baru. Ketemu sama lingkungan baru. Gugup, canggung, dan menerka-nerka apa yang akan kamu lakukan disini. Orang pertama yang saya kenal adalah Bu Dyah. Asistennya Pak Anil. Secara nggak langsung Bu Dyah juga atasan saya, karena Bu Dyah ini yang meng-handle seluruh kegiatan office. Selain Bu Dyah, inilah beberapa orang yang sering sliwar-sliwer di area office dan resepsionis : - Mbak Endang : resepsionis 1 sekaligus yang dituakan. Udah 5 tahun bekerja di PT USG. Waktu sa...

Hompimpa (Sebuah puisi dari Tengsoe Tjahjono)

Puisi Hompimpa karangan Tengsoe Tjahjono pertama kali saya ketahui saat kelas 1 SMP. Tepatnya saat classmeeting yang diadakan pasca ulangan umum. Sekolah saya SMP Negeri 6 Semarang mengadakan beberapa lomba. Yah, buat ngisi hari aja sih. Supaya murid-muridnya nggak nganggur gitu. Waktu itu Bu Tamsih (salah satu pengajar Bahasa Indonesia) mengadakan lomba deklamasi puisi Hom-Pim-Pa untuk anak-anak kelas tiga. Syaratnya : saat deklamasi puisi, satu kelas harus maju semua. Tidak boleh hanya satu orang yang maju deklamasi mewakili kelas mereka. Pokoknya, satu kelas maju bareng. Tampil di tengah-tengah lapangan. Ditonton oleh kelas satu dan kelas dua. Asik ya? Tampil rombongan, gitu. Jadi bisa dilihat kekompakan masing-masing kelas. Kalau satu orang salah, ya satu kelas bisa ancur. Pernah ada kelas yang tampil bagus banget di awal. Setelah memasuki bagian tengah-tengah, ada murid yang suaranya cempreng dan cengengesan (sungguh kombinasi yang absurd, hehe) yang tentu saja membuat semua penon...

TALKSHOW with Raditya Dika

Selamat sore. Saya nulis postingan ini karena dua hal : Desakan dari beberapa teman yang penasaran cerita lengkapnya dan desakan dari sel abu-abu di otak yang memaksa supaya momen tanggal 1 Desember ini ditulis sebelum akhir tahun. Momen ini harus ditulis. Lagian, masak udah satu bulan lebih nggak ada postingan apa-apa sih? Begitu kata otak saya. Karena takut dia menjadi anarkis, maka saya turuti. Jadi, silakan duduk manis, ambil camilanmu, dan simak cerita saya. Pada hari pertama di bulan Desember 2013, salah satu keinginan saya (dan ratusan orang lainnya) terkabul : bertemu Raditya Dika, berfoto bersama dan dapat tanda tangan dia. Iya, beneran. Kalau nggak percaya, coba lihat foto ini. Bisa bertemu Raditya Dika, nanya-nanya soal dia, dan berfoto seperti itu adalah suatu kesempatan langka. Dan cukup bikin sirik. Kamu sirik kan? Enggak ya? Oh, bagus... bagus.... Terus kalau kamu nggak sirik, kenapa mulut kamu manyun, mata kamu melototi monitor dan... woy, itu mouse...